Thursday, 1 May 2014

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Oke kali ini saya akan membuat postingan sesuatu yang penting pake banget. postingan kali ini benar-benar apa yang sedang saya alami, dan ini benar-benar buat saya stress banget sampe rasanya pengen ma*i aja gitu -_- astaghfirullah, abisnya gaenak banget men jadi penderita penyakit ini. tapi ini hanya sekedar share aja yaaaa hehehe
oke skip...

Obsessive Compulsive Disorder atau disingkat OCD. Mungkin diantara kalian ada yang udah tau apa itu OCD, nah bagi yang belum tau bisa baca pengertian OCD dari beberapa sumber dibawah ini:

1. Sumber http://forum.kompas.com/

Obsessive Compulsive Disorder-OCD merupakan suatu gangguan anxietas di mana pikiran dipenuhi dengan pemikiran yang menetap dan tidak dapat dikendalikan dan individu dipaksa untuk terus-menerus mengulang tindakan tertentu, menyebabkan distress yang signifikan dan mengganggu keberfungsian sehari-hari.
Obsesi adalah pikiran, impuls, dan citra yang mengganggu dan berulang yang muncul dengan sendirinya serta tidak dapat dikendalikan, walaupun demikian biasanya tidak selalu tampak irasional bagi individu yang mengalaminya.
Kompulsi adalah perilaku atau tindakan mental repetitif yang mana seseorang merasa didorong untuk melakukannya dengan tujuan untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan pikiran-pikiran obsesif atau untuk mencegah terjadinya suatu bencana. Aktivitas tersebut tidak berhubungan secara realistis dengan tujuan yang ada atau jelas berlebihan.


2. Sumber http://www.psychologymania.com/

Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi.
Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.
Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja.

Itu adalah pengertian umum dari OCD, nah berikut gejala, ciri-ciri, dan perilaku penderita OCD.

GEJALA OBSESIF KOMPULSIF
  1. Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan. 
  2. Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.
  3. Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya. 
  4. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.
CIRI-CIRI OBSESIF KOMPULSIF
  1. Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan.
  2. Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil.
  3. Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya. 
  4. Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya. 
  5. Obsesi dan kompulsi menyebabkan terjadinya tekanan dalam diri penderita dan menghabiskan waktu (lebih dari satu jam sehari) atau secara signifikan mengganggu fungsi normal seseorang, atau kegiatan sosial atau suatu hubungan dengan orang lain. 
  6. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang seperti mencuci tangan & melakukan pengecekan dengan maksud tertentu.
BERBAGAI PERILAKU GANGGUAN YAN SERING TERJADI :
  1. Membersihkan atau mencuci tangan
  2. Memeriksa atau mengecek
  3. Menyusun
  4. Mengkoleksi atau menimbun barang
  5. Menghitung atau mengulang pikiran yang selalu muncul (obsesif)
  6. Takut terkontaminasi penyakit/kuman
  7. Takut membahayakan orang lain
  8. Takut salah
  9. Takut dianggap tidak sopan
  10. Perlu ketepatan atau simetri
  11. Bingung atau keraguan yang berlebihan.
  12. Mengulang berhitung berkali-kali (cemas akan kesalahan pada urutan bilangan)
Nah! Mengerikan bukan? 
itu tadi penjelasan dari artikel di internet yang saya baca. kali ini saya akan ngejelasin langsung apa yang saya rasain sebagai penderita OCD.

OCD dari sisi penderita.

Obsessive Compulsive Disorder, emang bener penjelasan dari artikel-artikel diatas, OCD ini adalah penyakit yang menyerang pikiran dan mengakibatkan si penderita gak bisa mengontrol pikirannya sendiri. Menurut saya OCD ini memang penyakit menyeramkan. ya bagaimana tidak, setiap saat saya harus menghabiskan waktu beberapa menit untuk sesuatu yang SAMA SEKALI TIDAK PENTING. OCD ini penyakit yang menyusahkan penderita, membuat penderita terkadang atau sering stress sendiri, padahal dia sendiri yang melakukannya. sebagai penderita OCD saya merasa teramat sangat bodoh, dan merasa kalah dengan pikiran saya sendiri.
Saya kurang tau banget tentang OCD, saya juga baru sadar kalau saya menderita penyakit ini baru sekitar 2-3 bulan yang lalu. saat itu saya iseng-iseng mencari di google dengan mengetik kalimat bodoh ini, "sering melakukan hal yang sama berulang kali" dan viola! bertemulah saya dengan OCD ini. Saya merasa semakin bodoh ketika saya menemukan jawaban dari apa yang mengganggu pikiran saya saat itu. pada awalnya sebelum saya tau saya adalah penderita OCD memang saya sangat takut untuk menceritakannya kepada orang lain, saya sadar bahwa jika saya menceritakannya itu sangat tidak rasional, tetapi ketika saya sudah tau bahwa saya adalah penderita OCD saya tidak takut untuk memposting postingan gila ini, karena saya rasa tidak hanya saya saja yang ternyata menderita penyakit ini.

saya juga belum tau betul apakah saya benar-benar menderita penyakit ini atau tidak karena saya belum pernah periksa ke dokter. tetapi perilaku yang sering kali saya lakukan saya rasa sudah sangat membuktikan itu semua, malah saya rasa saya sudah amat sangat stress dengan penyakit ini. bayangkan saja, ketika saya harus mengunci pintu dan memastikannya berkali-kali, belum lagi ketika setiap saya akan keluar dari ruangan dan melewati pintu, saya harus mengecek kebelakang pintu dulu (buat apa coba?) dan itu terus saya lakukan berkali kali, bahkan ketika kaki saya memaksa untuk melangkah pikiran saya memaksa lebih keras untuk saya kembali ke belakang pintu dan memastikannya lagi. (how crazy, right?) Dan akhir-akhir ini malah saya rasa semakin parah. terkadang sangat sulit bagi saya untuk membaca sesuatu. bukan masalah penglihatan atau masalah saya tidak bisa baca, tetapi karena setiap saya membaca sesuatu saya harus mengulang kata demi katanya dengan mengentakkannya agar lebih jelas. saya tidak mengerti mengapa begitu -_- dan kalau saya membaca kalimat yang tidak terlalu panjang akan semakin sulit untuk saya, saya bisa membacanya berulang kali, sampai-sampai urat leher saya terasa keram -_-

oke, perilaku ini yang sering banget dilakuin:
1. Menutup pintu harus berkali-kali, sampai gagang pintunya pun harus di cek -_-
2. Membaca sesuatu harus diulangi
3. Berdo'a pun kadang harus diulang-ulang kalimatnya
4. Berjalan, tidak mau menginjak garis lantai -_-
5. Perlu ketepatan dan simetri, nah simetri disini maksudnya saya harus menempatkan apa yang saya sentuh dalam kondisi benar, kalau saya rasa salah, saya akan membenarkannya sampai saya rasa benar. (aneh)
6. Shalat. seorang penderita OCD pun merasa kesulitan ketika akan beribadah. saya bisa memakan waktu belasan menit hanya untuk shalat, itu belum termasuk do'a. masyaallah.
Mungkin itu sih yang mengganggu banget, sebenernya sih masih banyak hehehe

Tapi saya biasanya melakukan perilaku-perilaku aneh itu hanya dirumah dan hanya ketika saya rasa tidak ada yang melihat. tetapi.... akhir-akhir ini dimanapun saya, saya terus melakukan hal itu tetapi tidak separah ketika saya dirumah atau ketika saya sendirian.

mungkin penderita OCD memang aneh, tapi bukan untuk dijauhi kan? Nah makanya, saya harap dengan postingan saya ini bisa menjelaskan kalian kalau kalian rasa teman kalian itu ada yang terkena penyakit ini. penderita OCD sangat butuh pengertian dari lingkungannya. karena menghilangkan kebiasaan ini sangaaaaatttt sulit! saya tidak berbohong, ada salah satu blog yang sama seperti saya menceritakan tentang dia yang terkena penyakit ini, dan diapun sama seperti saya. sulit sekali melawan pikiran sendiri apalagi pikiran itu dibarengi dengan kegiatan yang abnormal -_-

nih yang terakhir,
Prevalensi sepanjang hidup gangguan obsesif-kompulsif berkisar 2,5 persen dan sedikit lebih banyak terjadi pada perempuan dibanding pada laki-laki (Karno & Golding, 1991; Karno dkk., 1988; Stein dkk., 1997). Usia onset gangguan ini tampaknya bimodal, yaitu terjadi sebelum usia sepuluh tahun atau pada akhir masa remaja atau awal masa dewasa (Conceicao do Rosario-Campos dkk., 2001). Pada kasus usia dewasa, gangguan ini sering dialami setelah kejadian yang penuh stres, seperti kehamilan, melahirkan, konflik keluarga, atau kesulitan di pekerjaan (Kringlen, 1970). Gangguan obsesif-kompuksif juga menunjukkan komordibitas dengan gangguan anxietas lain, terutama dengan gangguan panik dan fobia (Austin dkk., 1990), dan dengan berbagai gangguan kepribadian (Baer dkk., 1990; Mavissikalian, Hammen, & Jones, 1990).
Stern dan Cobb (1978) menemukan bahwa 78 persen dari sampel individu kompulsif memandang ritual mereka sebagai “cukup bodoh atau aneh” walaupun mereka tidak mampu menghentikannya.

semoga saya dan penderita lain bisa cepat sembuh ya. amin.
terimakasih sudah membaca, semoga bermanfaat :)