saat dia bilang, "kita udah nggak cocok".
dan saat itu pula, semua menjadi serba terbatas.
yaa, maksudku dalam hal antara aku dan dia, semua terbatas.
ada yang tidak boleh aku katakan lebih jauh, begitupula dia.
seperti ada tembok besar ketika dalam benakku muncul berbagai pertanyaan yang lebih menyangkut ke perasaan.
aku tau ini tidak mudah, yaa bagiku ini sulit sekali... tapi entah bagaimana dengannya.
yang aku tau, sejak saat itu dia tidak pernah bertanya tentang perasaanku padanya.
hmm mungkin diapun penasaran, sama seperti aku yang terus bertanya-tanya,
"apakah masih ada sedikit perasaannya untukku?"
***
saat itu, saat yang sangat sulit untukku.
yaa wajar saja, setiap wanita yang baru saja putus cinta pasti tidak jauh dengan air mata.
kadang aku bertanya dalam tangisku,
"apa yang aku tangisi? kenapa aku harus merasakan hal seperti ini? bukankah ini bodoh?"
aku luapkan semua kesedihanku, kesedihan yang akupun tidak mengerti mengapa aku sesedih ini.
yang pasti, rasanya begitu menyakitkan.
memang lukanya tidak terlihat, tetapi terasa jelas didalam dada, yaa tepatnya didalam hati.
aku tidak tahu apakah dia tahu aku sesedih ini.
semuanya serba terbatas.
tapi, "apakah hati mengenal arti keterbatasan?" kurasa tidak.
***
apa salah jika seseorang memiliki harapan?
apakah dengan harapan semua serba terbatas juga?
sekalipun harapan itu jauh sekali?
aku hanya berharap, semoga dia kembali.
semoga dia memberiku sedikit ruang agar dapat masuk kedalam celah hatinya kembali.
(atau memang aku sudah ada didalam hatinya?) jangan geer.
caraku mengharapkannya hanya dengan menunggu.
yaa menunggu,
apalagi sih yang bisa dilakukan wanita selain menunggu?
itu yang aku lakukan saat ini.
***
keadaan membaik.
seiringnya waktu berjalan, semua menjadi lebih baik...mungkin
aku merasakan ada yang berbeda.
yaa sejak aku merasa semuanya serba terbatas.
sejak aku memutuskan untuk menunggu.
dia tidak sepenuhnya pergi.
dia masih disini, bersamaku.
dia memberiku ruang...
yaa ruang agar aku dapat kembali masuk kedalam celah hatinya,
sekedar untuk mengetahui sedikit perasaannya padaku.
(walau aku masih harus memperhatikan keterbatasan.)
***
Kurasa, seperti ini saja lebih baik.
yaa, seperti ini...
"quietly happy"
Bahagia yang diam-diam.
bahagia ketika dia masih menganggapku seseorang yang spesial untuknya.
bahagia ketika dia masih mengkhawatirkan keadaanku.
ini yang aku sebut, kemesraan.
kemesraan yang diam-diam menjalar hangat kedalam tubuh...
kerinduan yang tak kunjung ada pertemuan, namun selalu ada saat dimana aku dan dia bertatap wajah dalam mimpi.
kehangatan perhatian yang diam-diam terselip berbagai harapan, terasa jelas walau tak terucapkan.
bahkan dalam keadaan seperti inipun, aku dan dia masih sama-sama.
yaa, sama-sama diam menikmati kebahagiaan tanpa batas.
kurasa benar, "Hati memang tidak mengenal keterbatasan"
No comments:
Post a Comment