Saturday, 25 January 2014

kau tahu, semua (mungkin) akan indah pada akhirnya.

hai kamu! kaka kelasku yang (masih) teristimewa (dihatiku).

kau tahu, betapa lelahnya hatiku mengejar-ngejar hatimu yang terlalu cepat menjauh?
kau terlalu cepat berubah, kau tahu?
sadarkah dirimu, bahwa disini masih ada aku?

aku selalu mencoba mengerti alasanmu melakukan itu..
akupun sebenarnya tidak keberatan dengan keputusanmu (setelah aku tahu alasanmu).
aku selalu mencoba memahami maksud dari keputusanmu.
aku mencoba mengerti kemauanmu, kau paham?

lihat, betapa rapuhnya perasaanku saat ini.
betapa terlihat bodohnya aku dihadapanmu?
betapa mudahnya diriku ketika aku mengartikan lebih setiap ucapanmu?
malu melihat diriku yang begitu berlebihan mengangap segalanya indah...

aku tidak pernah meremehkanmu, kau tahu?
aku tidak pernah tidak memberimu kesempatan, kau ingat?
bahkan aku tidak mengeluh ketika kamu tidak sadar dengan perkataanmu yang membuatku terluka.
bisakah kau artikan perasaanku yang sebenarnya terhadapmu?

perkataanmu bagai sihir ilusi untukku
yang membuatku seakan mampu untuk tetap bersamamu.
sikapmu bagai magnet yang membuatku sekejap tidak mengerti mengapa semua ini begitu bertolak belakang.
kau tahu, setiap perempuan berhak mendapat kejelasan.

kau menjelaskan bahwa sebenarnya kau pun (mungkin) juga memiliki perasaan yang sama denganku.
namun kau coba untuk menyimpan segala kejelasan dan membiarkannya mengalir begitu saja ...
kau bilang bahwa kau (mungkin) akan menungguku.
kau tahu, betapa bahagianya aku?
lagi-lagi perkataanmu membuatku terjebak dalan rentetan ilusi...
membuatku lebih lama membayangkan hal-hal indah yang mungkin terjadi suatu saat nanti
namun, sedikit harapan dihatiku yang membuatku tetap memilihmu.
aku berharap semua akan indah pada waktunya.

Putri R Ajizah


No comments:

Post a Comment