untuk, rinduku
rinduku, kapal kertasku sudah rapuh..
karena tidak berpenghuni dan semakin jauh..
aku sudah lelah membicarakan kemarau denganmu, kemudian gersang dan terbuang.
cinta itu masih kamu, tetapi aku mulai resah..
karena rasa itu mulai tak terasa.
membiarkan dirimu tetap ada dipikiranku membuat aku takut.
takut jika semua ini tidak akan pernah berubah.
hati ini butuh kepastian..
rindu, ketika semua yang sudah aku lakukan dan kurasakan itu, murni dan nyata adanya..
maka mengapa kamu masih mengaggap diriku hanya bayangan semata?
ketika hanya kamu, maka hanya akan ada kamu.
tapi rindu, kau perlu tahu.. ketika yang lain mulai hadir dan membawa musim yang baru, kurasa aku mulai menyadari..
bahwa ternyata rinduku (mungkin) tak akan pernah kembali.
dari, perindumu
No comments:
Post a Comment